Nama: Dimas Tegar
Dewanto
NPM: 10601040036
Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi pembelajaran
sangat penting di sekolah. Selain sebagai penilaian kepada guru terhadap
keberhasilan model pembelajaran yang digunakan dalam kelas, juga mengetahui
bagaimana perkembangan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran.
Evaluasi juga berfungsi sebagai feedback untuk peserta didik, feedback untuk
guru, informasi untuk orang tua, informasi untuk seleksi, informasi untuk
akuntabilitas, dan juga sebagai insentif, yaitu sebagai hadiah atas segala
usaha yang dilakukan peserta didik. Guru juga sering menggunakan penilaian/asesmen
dalam proses pembelajarannya. Diantara banyaknya asesmen, ada 2 asesmen yang
sering digunakan. Yaitu Asesmen Autentik dan Asesmen Portofolio. Model
pembelajaran dan evaluasi saling terkait satu sama lain. Model pembelajaran
yang dilaksanakan akan semakin baik, bila dalam pengimplementasiannya selalu
memperhatikan hasil evaluasi yang telah dilakukan. Model
pembelajaran yang baik adalah yang dapat mengakomodir dan mengaktifkan peserta
didik (yang heterogen), baik dari segi fisik maupun intelektualitasnya. Begitu
juga dengan cara penilaiannya, diharapkan menggunakan instrumen yang tidak
hanya mengukur potensi kognitifnya saja.
Contoh Konkrit:
Seorang guru memberikan ujian kepada peserta didiknya untuk
mengukur kemampuan peserta didik. Guru juga mengawasi jalannya ujian tersebut. Setelah
itu guru memberikan penilaian yang sesuai dengan usaha peserta didik. Hasil ujian
tersebut diberikan kembali kepada peserta didiknya agar mereka tahu sampai
dimana kemampuan mereka.