Teori Belajar:
-berfungsi menjelaskan apa, mengapa, dan bagaimana proses belajar itu terjadi pada pembelajar
-merupakan konsep-konsep dan prinsip-prinsip belajar yang bersifat teoritis dan telah teruji kebenarannya melalui eksperimen
-berasal dari teori psikologi dan terutama menyangkut masalah situasi belajar
-sebagai salah satu cabang ilmu deskriptif, akan mapu menjelaskan, memprediksi dan mengontrol peristiwa belajar
Contoh:
Talia
seorang gadis cilik duduk di kelas III SD. Ia termasuk salah seorang
dari sejumlah anak di kelasnya yang belum dapat membacadengan lancar.
Setiap pelajaran membaca, ia menjadi ketakutan karena setiap membuka mulut, ia
ditertawakan oleh teman-temannya. Gurunya hanya membiarkan saja dan mengalihkan giliran kepada murid lain.Akibatnya, Talia selalu ketinggalan dari teman-temannya. Di rumah, Talia
selalu dimarahi karena dalam membaca ia dikalahkan Doli adiknya yang duduk di kelas II. Pada kasus ini tampaknya lebih banyakmenekankan pada pengaruh
lingkungan, ketinggalan Talia dalammembaca tampaknya lebih banyak disebabkan oleh “rasa
takut” dantertekan
yang ditimbulkan oleh sikap lingkungan yang tidak mendorong Talia untuk
belajar.
Teori pembelajaran:
-tidak menjelaskan bagaimana proses belajar terjadi, tetapi lebih merupakan implementasi prinsip-prinsip teori belajar
-berfungsi memecahkan masalah praktis dalam pembelajaran
-selalu mempersoalkan prosedur pembelajaran yang efektif
-bersifat
preskriptif dan normatif terutama dalam hal bagaimana implementasi
teori belajar dan prinsip belajar dalam proses pembelajaran
-menjelaskan bagaimana menimbulakan pengalaman belajar dan bagaimana menilai dan memperbaiki metode dan teknik yang tepat
Contoh:
Bu Is akan mengajarkan IPA dengan topik
pernapasan pada manusia, di kelas V SD. Ia mempersiapkan media berupa
gambar organ pernapasan dan model organ pernapasan dan model organ
pernapasan manusia. Ia juga mempersiapkan LKS tentang nama – nama organ
pernapasan manusia.
Sebelum mengajar, Bu Is memberikan
apersepsi bahwa salah satu ciri makhluk hidup adalah bernapas. Bu Is
juga menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yaitu tentang
macam/nama organ pernapasan manusia dan fungsi masing–masing organ
tersebut. Setelah itu, Bu Is memulai mengajar materi tentang organ
pernapasan. Ia menyuruh semua murid menarik napas untuk membuktikan
bahwa manusia bernapas dan untuk mengetahui dimana letak organ – organ
pernapasan tersebut. Bu Is memasang organ pernapasan manusia di papan
tulis, dan tanya jawab tentang nama – nama organ pernapasan manusia.
Setelah itu Bu Is memberikan LKS sebagai latihan secara berkelompok.
Siswa melaporkan hasil diskusinya dan kelompok lain menanggapinya.
Untuk menambah pemahaman siswa, Bu Is
menunjukkan model organ pernapasan manusia. Hal ini juga bertujuan
membuat siswa lebih tertarik untuk mengetahui siswa lebih tertarik untuk
mengetahui letak dan fungsi organ pernapasan manusia. Sambil
menunjukkan pada model, Bu Is mengadakan tanya jawab tentang fungsi
masing-masing organ pernafasan pada manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar