Taksonomi Bloom adalah sebuah teori
pendidikan yang diciptakan oleh Benjamin S Bloom pada tahun 1956. Pada
Taksonomi Bloom, tujuan pendidikan di bagi menjadi tiga yaitu :
a.
Ranah
Kognitif, yang meliputi aspek- aspek kognitif pada diri seseorang seperti cara
berfikir, pengetahuan, pemahaman.
b. Ranah
Afektif, yang meliputi aspek- aspek perasaan dan emosi seperti bakat, minat,
sikap
Pada pembahasan saat ini, akan focus pada pembahasan
Ranah Kognitif sebagaimana telah dijabarkan oleh Benjamin S Bloom, yaitu :
Pengertian (Knowledge)
Tahap pertama pada Taksonomi Bloom.
Pada tahap ini seseorang dapat mengenali pengertian, definisi, gagasan, atau
fakta- fakta dari istilah tertentu. Misalkan : Phobia adalah ? Maka pada tahap
ini kita akan memaknai phobia adalah ketakutan yang berlebihan pada sesesuatu yang
tidak wajar.
Pemahaman (Comprehension)
Pada tahap ini seseorang sudah
memahami sesuatu seperti sebuah gambaran, diagram, grafik, laporan, peraturan
dan lain- lain. Misalkan ketika melihat grafik statistik penyakit phobia di
Indonesia seseorang sudah bisa menterjemahkan kepada pemahamannya.
Aplikasi (Application)
Tahap ini seseorang sudah dapat menerapkan pengertian, metode, rumus, ke
aplikasi nyata. Misalkan seseorang sudah bisa menjabarkan tentang seseorang
yang memiliki penyakit phobia di kehidupan nyata misalnya cemas pada sesuatu
atau seseorang sudah bisa menjelaskan statistik tentang penyakit phobia di
Indonesia dengan menggambar grafik statistik.
Analisis (Analysis)
Selanjutnya pada tahap ini seseorang sudah dapat menganalisa informasi yang
masuk dan membaginya dalam bagian- bagian. Misalnya seseorang dengan ciri- ciri
menjadi cemas tiba- tiba di lingkungan luar atau di suatu acara maka seseorang
sudah mampu menjawab soal tersebut dengan phobia sosial.
Sintesis (Synthesis)
Pada tahap ini seseorang sudah dapat menjabarkan struktur dan informasi yang
belum terlihat sehingga menemukan sebuah solusi dari persoalan. Misalkan phobia
sosial maka seseorang dapat menjabarkan faktor- faktor dari phobia sosial misal
faktor traumatic masa lalu, kondisi keluarga yang tidak mendukung, dll.
Sehingga dapat ditemukan sebuah solusi.
Evaluasi (evaluation)
Pada tahap ini seseorang sudah dapat menjabarkan solusi yang dipersoalkan dan
memilih solusi- solusi yang tepat. Misalkan phobia sosial solusinya dengan
menggunakan terapi CBT, obat psikotropica, dll.
Di dalam versi terbarunya Taksonomi Bloom terjadi
beberapa perubahan yaitu :
-
Remembering,
pada tahap ini seseorang mampu mengingat kembali pengertian, informasi yang
masuk.
-
Understanding,
pada tahap ini seseorang dapat memahami, menjabarkan, atau menegaskan akan
informasi yang masuk seperti menafsirkan dengan bahasa sendiri, memberi contoh,
dll.
-
Creating,
pada tahap teratas ini seseorang bisa memadukan berbagai macam informasi dan
mengembangkannya sehingga terjadi sesuatu bentuk yang baru.
| No | Perilaku | Kompetensi | Kata Operasional |
| 1. | Pengetahuan |
- Fakta - Aturan - Urutan - Metode |
|
| 2. | Pemahaman |
|
|
| 3. | Penerapan |
|
|
| 4. | Analisa |
|
|
| 5. | Sintesa |
|
|
| 6. | Evaluasi |
|
|
| No | Perilaku | Kompetensi | Kata Operasional |
| 1 | Penerimaan |
|
|
| 2 | Penikaian/Penentuan Sikap |
|
|
| 3 | Organisasi |
|
|
| 4 | Pembentukan Pola |
|
|
| No | Perilaku | Kompetensi | Kata Operasional |
| 1 | Persepsi |
|
|
| 2 | Kesiapan |
|
|
| 3 | Gerakan Terbimbing |
|
|
| 4 | Gerakan Terbiasa |
|
|
| 5 | Gerakan kompleks |
|
|
| 6 | Penyesuaian pada gerakan |
|
|
| 7 | Kreativitas |
|
|
| 1 | Mengamati |
|
| 2 | Mengklasifikasikan |
|
| 3 | Menginterpretasikan |
|
| 4 | Meramalkan |
|
| 5 | Menggunakan/menerapkan konsep hukum atau teori |
|
| 6 | Merencanakan |
|
| Tingkat I | Mengamati
Mengklasifikasi Menginterpretasi |
| Tingkat II | Meramalkan Menggunakan/menerapkan konsep hukum dan teori |
| Tingkat III | Berkomunikasi Merencanakan penelitian/eksperimen |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar